WidyastutiBiologi Blog

SMA Dwija Praja Pekalongan

  • Mengenal Sejarah Tokoh Biologi

    Matthias Schleiden
    Darwin
    Dr. Karl Landsteiner
    Theodor Schwann
    Max Schultze
    Thomas Huxley
    Rudolf Virchow
    Walther Flemming
    Eduard Strasburger
    Christian de Duve
    E. Metchnikkof
    Philip Levine
    William Harvey
    Marchello Malpighi
    Cirschner Martin
  • Simulasi Biologi

    Teguh Sasmito
    Dra. Widyastuti
    Saparita Triwaningrum
    Budi Raharjo, S.Pd
    Dra. Rr. Farida Afandy
    Marjuki, S.Ag
    Drs. Eddy Setiono
    Nuryanto, S.Pd
    Drs. H.Agus Suyudi
    Drs. Kartubi
    Dra. Muji Mulyani
    Dra. Dwi Yani Ratih S
    Subandi
    Drs. Nurhadi
    Totok Putut Wijayanto, S.Pd

Selamat Datang pada Pembelajaran Biologi

Posted by widyastutisdp1 pada Juni 4, 2010

Biologi kini memiliki cabang-cabang yang semakin spesifik dengan objek kajian yang semakin khusus. Dari ilmu manusia muncul cabang-cabang ilmu kesehatan dan saat ini muncul ilmu-ilmu spesifik seperti spesialisasi mata, THT, kulit, internis, anak, jantung, paru-paru, dan saraf. Demikian pula perkembangan dalam bidang pertanian.

Selain perkembangan ilmu terdapat pula pengembangan penerapan ilmu yang dikenal sebagai biologi terapan. Tujuan penerapan ilmu adalah agar ilmu itu dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Contoh biologi terapan antara lain: kesehatan, pertanian, perikanan, kedokteran, bioteknologi dan sebagainya.

Ilmu pengetahuan berkembang karena manusia serba ingin tahu. Demikian pula biologi selalu berkembang. Mengembangkan ilmu pengetahuan tidak harus berawal dari nol, melainkan bisa dari hasil penelitian orang lain. Jadi ilmu pengetahuan tidak muncul dari renungan dan bersemedi menunggu datangnya wangsit, melainkan dari banyak membaca. Dengan membaca akan semakin banyak persoalan yang dapat kita selesai.

Cabang-cabang biologi yang mempelajari berbagai tingkat organisasi kehidupan adalah sebagai berikut:
1. Sitologi : Ilmu yang mempelajari sel
2. Genetika : Ilmu yang mempelajari gen
3. Histologi : Ilmu yang mempelajari jaringan
4. Marfologi : Ilmu yang mempelajari struktur luar organisme
5. Analogi : Ilmu yang mempelajari struktur dalam organisme
6. Fisiologi : Ilmu yang mempelajari proses kehidupan organisme
7. Taksonomi: Ilmu yang mempelajari klasifikasi organisme
8. Ekologi : Ilmu yang mempelajari hubungan organisme dengan lingkungan
9. Evaluasi : Ilmu yang mempelajari asal usul kehidupan dan perubahan organisme dari waktu ke waktu

Cabang-cabang biologi lainnya didasarkan pada kelompok organisme yang dipelajari kelompok besar.
1. Mikroorganisme : Ilmu yang mempelajari organisme berukuran renik (mikroskopik)
2. Zoologi : Ilmu yang mempelajari hewan
3. Botani : Ilmu yang mempelajari tumbuhan

Cabang-cabang Biologi mempelajari kelompok organisme yang lebih spesifik
1. Virologi : Ilmu yang mempelajari tentang virus
2. Bakteriologi : Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
3. Mikologi : Ilmu yang mempelajari tentang jamur
4. Entomologi : Ilmu yang mempelajari tentang serangga
5. Ornitologi : Ilmu yang mempelajari tentang burung
6. Mamalogi : Ilmu yang mempelajari tentang mamalia

Biologi merupakan salah satu kelompok sains.
Sains memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki objek kajian berupa benda-benda konkrit. Objek kajian biologi adalah mahluk hidup dan fosil-fosil yang berkaitan dengan struktur dan fungsinya.
  2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris, objeknya konkrit dan dapat ditangkap oleh indera, serta merupakan pengalaman yang dapat dirasakan oleh setiap orang.
  3. Memiliki langkah sistematis
    Langkah-langkah sistematis tersebut bersifat baku, misalnya seseorang ingin membuktikan bahwa respirasi menghasilkan karbondioksida, jadi tidak ada kebohongan ilmiah.
  4. Menggunakan cara berpikir logis
    Cara berpikir dengan menggunakan logika, kesimpulan-kesimpulan ditarik berdasarkan logika-logika tertentu, misalnya secara induktif dan deduktif. Berpikir induktif artinya berpikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku secara umum. Misalnya ayam mati, kucing mati, tumbuhan mati, dan manusia mati. Ayam, kucing, tumbuhan, dan manusia adalah mahluk hidup. Kesimpulannya semua mahluk hidup pasti akan mati. Berpikir deduktif artinya berpikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang berlaku secara umum menjadi ketentuan yang berlaku secara khusus, misalnya semua mahluk hidup akan memerlukan oksigen untuk bernapas. Tumbuhan adalah mahluk hidup. Kesimpulannya tumbuhan memerlukan oksigen untuk bernapas.
  5. Hasil objektif atau apa adanya terhindar dari kepentingan pelaku (subjektif). Jadi hasil dari penelitian memihak pada kebenaran ilmiah.
  6. Hasilnya berupa hukum-hukum yang berlaku umum. Misalnya, jika kita mengawinkan secara langsung tumbuhan A dan B, maka persilangan yang akan buat oleh Gregar Mendel.

2. Manfaat Biologi

Dengan mempelajari biologi kita tidak saja memperoleh pengetahuan tentang mahluk hidup, namun juga mendapat pengetahuan tentang metode mempraktekkan ilmu pengetahuan tersebut.
Pengetahuan tentang mahluk hidup dimanfaatkan untuk memecahkan masalah guna meningkatkan kesejahteraan hidup manusia, seperti masalah pangan, sandang, papan, energi, lingkungan, kesehatan, bahkan sosial dapat diatasi dengan biologi.
Contoh masalah dalam bidang sosial misalnya menentukan orang tua dan keturunannya dapat dibantu dengan pengetahuan tentang DNA yang dipelajari dalam genetika. Memelihara lingkungan dengan menerapkan pengetahuan ekologi, mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus dengan mengetahui karateristik virus yang akan dipelajari dalam virologi.

Kerja Ilmiah
Orang yang mempelajari biologi disebut ilmuwan biologi. Ilmuwan biologi memperoleh pengetahuan tidak saja dengan membaca, tapi juga menyelidiki organisme dan fenomena kehidupan secara langsung. Penyelidikan tersebut dilakukan dengan cara sistematika yang disebut metode ilmiah.
Metode ilmiah merupakan cara atau tahapan tertentu yang harus dikerjakan oleh seorang ilmuwan dalam melakukan penelitian dengan beberapa tahap sebagai berikut:

  1. Menemukan masalah
    Percobaan dimulai dengan suatu pertanyaan, setelah itu mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan percobaan.
  2. Mengajukan hipotesis
    Masalah yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan mendorong munculnya dugaan jawaban. Jawaban ini merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau hipotesis.
  3. Melakukan percobaan
    Untuk menguji kebenaran hipotesis kita melakukan percobaan. Sebelum melakukan percobaan kita melakukan perencanaan percobaan yang meliputi penentuan alat dan bahan, serta penentuan variabel. Variabel merupakan sesuatu yang dapat berubah atau faktor penentu. Ada dua jenis variabel yang harus ditentukan dalam melakukan percobaan yaitu variabel bebas (independent variabel) merupakan faktor yang diubah, sedangkan variabel terikat (dependent variabel) adalah faktor yang berubah tergantung perubahan variabel bebas.
  4. Menarik kesimpulan
    Kesimpulan berisi hasil percobaan yang kita lakukan. Kesimpulan ini dapat mendukung atau tidaknya hipotesis yang kita buat.

Sikap ilmiah
Sikap-sikap ilmiah yang harus dilakukan yaitu:

  • Dapat membedakan antara fakta dan opini.
    Fakta adalah informasi yang diperoleh dari bukti-bukti pada data.Sedangkan opini adalah pendapat mengenai suatu subjek khusus atau peristiwa tertentu.
  • Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi.
  • Mengembangkan keingintahuan.
  • Kepedulian terhadap lingkungan.
  • Berpendapat secara ilmiah dan kritis.
  • Berani mengusulkan perbaikan dan bertanggung jawab terhadap usulan tersebut.
  • Bekerja sama
  • Jujur terhadap fakta.
  • Disiplin dan tahan.

Biologi sangat bermanfaat bagi kehidupan. Manfaat tersebut antara lain:

  1. Membantu dalam menentukan dan mengembangkan:
    • Bahan makanan
    • Bahan pakaian
    • Bahan peralatan dan perumahan
    • Energi
  2. Menemukan penyebab dan pengobatan berbagai macam penyakit, baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan.
  3. Menyingkap rahasia proses-proses kehidupan, pewarisan sifat, dan pengendali proses kehidupan (gen).
  4. Mengkaji dan melestarikan lingkungan untuk kelestarian kehidupan.

Posted in Uncategorized | 1 Comment »